Tentang video
Tentang pembahasan
Narasi menjelaskan evolusi masa depan Matahari berdasarkan teori astrofisika standar. Pada usia sekitar 4,6 miliar tahun, Matahari sedang membakar hidrogen di inti. Sekitar 5 miliar tahun lagi, hidrogen habis, inti helium menyusut dan memanas, sedangkan lapisan luar mengembang menjadi raksasa merah. Proses ini meningkatkan luminositas Matahari secara bertahap, menyebabkan evaporasi laut, hilangnya atmosfer, dan peningkatan suhu permukaan Bumi hingga ratusan derajat Celsius satu miliar tahun mendatang. Pada tahap puncak, sekitar 7,6 miliar tahun dari sekarang, Matahari diprediksi mencapai diameter sekitar 250 kali ukuran kini, cukup besar untuk menelan Merkurius dan Venus, serta kemungkinan menelan Bumi. Kehilangan massa Matahari melalui angin bintang mengurangi gravitasinya, menggeser orbit planet ke luar, namun efek pasang surut dan gesekan dengan plasma eksternal dapat menyebabkan Bumi spiraling kembali masuk. Studi Klaus Peter Schröder dan Robert Schmidt pada 2008 menyimpulkan Bumi tetap tertelan, meskipun terdapat model alternatif yang memperkirakan planet pada orbit lebih dari 1,15 kali jarak Bumi Matahari dapat selamat. Akhirnya, setelah fase raksasa merah, Matahari melepaskan lapisan luarnya menjadi nebula planeter dan menyisakan inti putih atau white dwarf.







