Tentang video
Tentang pembahasan
Pada bulan November 2026, tiga hujan meteor utama Taurid Selatan, Taurid Utara, dan Leonid menjadi fokus observasi astronomi. Semua hujan meteor ini merupakan hasil interaksi Bumi dengan aliran debris yang tersisa setelah sublimasi es pada inti komet. Ketika Bumi melintasi aliran tersebut pada ketinggian atmosfer antara 80‑120 km, partikel-partikel kecil (milimeter‑centimeter) teroksidasi, menghasilkan plasma bercahaya yang disebut meteor. Karena partikel dalam satu aliran bergerak hampir paralel, mereka tampak memancar dari satu titik radiant yang berada di konstelasi Taurus (untuk Taurid) dan Leo (untuk Leonid). Penjelasan berikut menyajikan periode aktivitas, puncak, asal komet, laju masuk, Zenithal Hourly Rate (ZHR), serta kondisi observasi khusus pada tahun 2026.







