Thumbnail Kenapa Planet Berbentuk Bulat? SAINS ▶Tonton di YouTube 2:32

Kenapa Planet Berbentuk Bulat?

✦ SAINS1 November 20262:32858 tayangan

Tentang video

Tentang pembahasan

Bentuk bulat planet merupakan hasil keseimbangan antara gaya gravitasi yang menarik semua massa ke pusat dan tekanan material yang menolak kompresi. Ketika objek memiliki massa cukup besar, gaya gravitasi mengatasi kohesi material (batu, es, logam) sehingga permukaan menjadi hampir sama jauhnya dari pusat. Kondisi ini disebut keseimbangan hidrostatik. Pada skala geologis, material padat dapat berperilaku seperti fluida, memungkinkan gunung dan cekungan menyebar hingga mencapai bentuk bulat. Proses ini dimulai sejak pembentukan Tata Surya, ketika partikel gas dan debu berkumpul melalui akresi menjadi protoplanet. Objek kecil seperti asteroid dan komet tidak cukup massanya, sehingga gaya material mengalahkan gravitasi dan mereka tetap tidak bulat. Ukuran ambang tergantung pada komposisi: benda berbatu atau es mulai bulat pada diameter beberapa ratus kilometer (contoh Mimas, 397 km), sementara benda logam murni membutuhkan massa jauh lebih besar. Rotasi planet menghasilkan gaya sentrifugal yang menentang gravitasi, menyebabkan planet sedikit pepat di kutub dan menggelembung di ekuator (bulat pepat). Contohnya, Bumi memiliki selisih radius ekuatorial sekitar 42 km, Saturnus sekitar 10 persen lebih lebar di ekuator, dan Haumea memiliki bentuk elips panjang akibat rotasi cepat.